LAGU LAGU DUKUNG JOKOWI






Denni Purbasari: Utang tak Selalu Buruk - Dari KANTOR STAF PRESIDEN

JAKARTA – Utang selama ini menjadi topik yang kerap dipolitisir, apalagi menjelang pemilihan umum. Namun, menurut Denni Puspa Purbasari, ber...

JAKARTA – Utang selama ini menjadi topik yang kerap dipolitisir, apalagi menjelang pemilihan umum. Namun, menurut Denni Puspa Purbasari, berutang tidaklah berarti tindakan yang jelek.

“Utang is not necessarily bad,” tutur Deputi III Kepala Staf Presiden yang membidangi kajian dan pengelolaan isu-isu ekonomi strategis tersebut saat menjadi pembicara ‘Seminar Ekonomi Politik: Kebijakan Fiskal dalam Menjaga Ekonomi Indonesia’ di Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Indonesia, Jumat, 30 November 2018

Denni, yang meraih gelar doktor ekonomi dari University of Colorado at Boulder, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa berutang merupakan praktik yang lumrah, selumrah orang biasa mengambil kredit untuk membiayai pembelian kendaraan atau rumah.

Akademisi Universitas Gadjah Mada ini menambahkan mahasiswa sebaiknya tidak hanya melihat angka nominal utang pemerintah yang meningkat. Alasannya, semakin besar ekonomi (PDB) suatu negara akan semakin besar utangnya. Yang lebih penting untuk dilihat dalam soal utang adalah pertumbuhannya, komposisinya, alokasinya, dan kemampuan membayarnya.

Utang tak menghilangkan kedaulatan

Terkait dengan isu utang, hal lain yang kerap dijadikan komoditas politik adalah utang membuat Pemerintah Indonesia kehilangan kedaulatan. Denni, yang pernah menjadi asisten staf khusus Wakil Presiden Boediono, menyanggah tudingan ini.

Denni mengatakan sebagian besar utang pemerintah Indonesia saat ini dilakukan dengan cara menerbitkan obligasi yang dijual ke pasar, sama seperti negara-negara maju dan emerging market lainnya. “81% (utang pemerintah) berbentuk Surat Berharga Negara (SBN),” imbuh dia.

Dari jumlah ini hanya sebagian kecil dalam valuta asing, sisanya dalam Rupiah. Memang tingkat kepemilikan asing atas SBN cukup besar, yakni berkisar 40%. Namun ini juga bukan berarti asing menguasai Indonesia.

Denni melihat, kepemilikan asing yang besar dalam SBN menunjukkan adanya keterbatasan dana investor dalam negeri dan kepercayaan investor asing pada prospek ekonomi Indonesia. “Kebanyakan investor asing di SBN merupakan investor institusi yang berinvestasi jangka menengah dan panjang,” jelasnya ketika ditanya tentang kekhawatiran akan hot money di pasar SBN.

Selain SBN, 19% utang pemerintah berbentuk pinjaman. Pinjaman ini paling besar berasal dari utang bilateral atau government-to-government dan utang multilateral, seperti Bank Dunia, ADB dan IDB.

Terkait tudingan di media sosial bahwa Indonesia di bawah pengaruh China karena China banyak memberi pinjaman kepada Pemerintah, Denni membantah, “No! Utang G-to-G terbesar kita dari Jepang. China hanya nomor empat atau lima,” beber peraih beasiswa Fulbright ini.

Institusi keuangan seperti Bank Dunia sekalipun, juga tidak bisa memaksa pemerintah Indonesia untuk berutang. Layaknya bank, lembaga ini justru menawarkan pinjaman kepada pemerintah Indonesia. Apakah tawaran ini lantas diterima atau ditolak, tentu terserah kepada pemerintah Indonesia.

Ketika Pemerintah setuju untuk mengambil utang dari Bank Dunia, lembaga ini juga tidak lantas dapat mengatur-atur kebijakan pemerintah. Proyek apa yang didanai tergantung Pemerintah. “Orang bilang pinjaman proyek itu tidak ada kebebasan karena diberinya tidak dalam bentuk cash. Padahal ini dapat menjamin kualitas teknis dan governance. Contohnya proyek drainase di Jakarta,” terang Denni.

Sebagian pinjaman Bank Dunia lainnya dalam bentuk program, yang pengunaannya terserah Pemerintah selama untuk membiayai program itu. Denni mengambil contoh, pinjaman untuk program cegah stunting senilai US$400 juta selama 4 tahun. “Pinjaman ini dicairkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan Pemerintah dan conditional upon performance di lapangan,” urai Denni.

Utang yang bermanfaatdp2

Peraih gelar master kebijakan ekonomi di University of Illinois at Urbana-Campaign tersebut kembali menegaskan, dalam hal berutang, pemerintah juga selalu menerapkan prinsip kehati-hatian. Layaknya utang pribadi, tingkat bunga dan syarat pelunasan menjadi pertimbangan pemerintah.

Baik utang dari pemerintah Jepang maupun World Bank, menurut Denni, menawarkan bunga paling murah ketimbang dari pasar. Selain itu juga ada bantuan teknis atau technical assistance yang dapat meningkatkan kapasitas pengambil kebijakan dan pelaksana lokal.

Membiayai pembangunan dengan utang adalah hal yang lumrah. Hampir semua negara berutang. Semakin besar ekonominya, semakin besar utangnya. Karena pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi membutuhkan investasi yang lebih tinggi, utang luar negeri dan FDI menjadi solusi bila sumber pembiayaan domestik atau tabungan domestik terbatas.

Begitu juga dengan pemerintah. Utang masih menjadi salah satu sumber pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Apalagi, penerimaan negara dari pajak masih terbilang rendah.

“Saat ini, persentase penerimaan pajak terhadap PDB atau tax ratio Indonesia baru mencapai 10%. Angka ini lebih rendah dibandingkan tax ratio negara tetangga di kawasan Asia Tenggara yang berkisar 15%,” jelas Denni.

Namun, yang terpenting adalah bagaimana utang dimanfaatkan. Selama pemerintahan Presiden Joko Widodo, Denni memastikan, utang lebih banyak dipakai untuk kegiatan yang produktif. Dalam empat tahun pertama pemerintahannya, Jokowi fokus pada pembangunan infrastruktur dan perlindungan sosial.

Pembangunan infrastruktur jangan hanya diasosiasikan dengan proyek strategis nasional (PSN), yang merupakan proyek besar, tapi juga proyek infrastruktur menengah dan kecil yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hingga Dana Desa. Semua itu, menurut Denni, dapat mengungkit ekonomi dalam jangka panjang.

Dalam pembangunan infrastruktur, Jokowi pun tak semata mengedepankan faktor politis dan efisiensi. Sebab, jika demikian, pembangunan hanya akan berfokus di Pulau Jawa, yang merupakan pusat aktivitas ekonomi dan paling besar penduduknya. “Pembangunan infrastruktur di Papua, misalnya, itu beyond hitung-hitungan politik karena di sana jumlah suaranya sedikit,” kata Denni.

Pembangunan di seluruh Indonesia perlu dilakukan saat ini untuk mendorong pertumbuhan yang lebih adil dan merata di masa mendatang. Tidak seperti subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang habis setelah digunakan, menurut Denni, pembangunan infrastruktur akan dirasakan faedahnya oleh generasi yang akan datang. Manfaatnya pun bisa dinikmati lebih lama. “Generasi sekarang adalah generasi yang menanam, panennya masih nanti,” ujar Denni.

Denni juga mengingatkan agar mahasiswa tidak terkecoh dengan istilah akuntansi belanja modal dan belanja barang. Belanja modal tidak selalu produktif. Sebaliknya, belanja barang belum tentu tidak produktif.  “Pembangunan ruang kelas dan perpustakaan yang diserahkan pada masyrakat atau Pemda, itu dikategorikan belanja barang. Sebaliknya pembelian kulkas untuk ruang kantor saya, itu dikategorikan belanja modal karena tidak habis pakai,” ulas Denni.

Selain Denni, seminar dan diskusi tersebut juga mendatangkan ekonom sekaligus pendiri Institute for Developtment of Economics and Finance (INDEF) Didik Junaedi Rachbini serta Harryadin Mahardika dari tim ekonomi Prabowo Subiantoro-Sandiaga Uno.

Dalam kesempatan tersebut, Denni berpesan agar para mahasiswa sebagai garda terdepan perubahan dan bagian dari masyarakat intelektual senantiasa mengasah pemikiran kritis. “Di era seperti sekarang, seringkali noise lebih dominan daripada voice. Karena itu, mahasiswa harus memiliki dan terus mengasah critical thinking. Jangan ikut jadi produsen dari noise, tapi jadilah (pengartikulasi) voice! Pemberi cahaya bagi masyarakat!” pesan Denni.dp3



from Kantor Staf Presiden http://ksp.go.id/denni-purbasari-utang-tak-selalu-buruk/
PRESIDEN JOKOWI - JOKOWI PRESIDENKU #JOKOWIPRESIDENKU #JOKOWIPRESIDENKU - Pilpres 2019 Siap Coblos Jokowi - Indonesia Hebat Ditangan Presiden Jokowi - Indonesia Maju Ditangan Jokowi - Jokowi Dua Periode - Gema Presiden - Info Presiden Jokowi - Ramalan Jayabaya Presiden Jokowi Dan Ahok Akan Pimpin Indonesia ?? - Siap Siap Hadapi Pilpres Jokowi Pengatur Strategi - Relawan Jokowi Siap Gaungkan Nama Presiden - Presiden Jokowi Sampai Pelosok !! - Presiden Hebat Jokowi - Presiden Jokowi Super - Presiden Jokowi For R1 - Jokowi Presidenku - Mengapa Pilih Jokowi - Jokowi Saja - Presiden Hebat Indonesia Presiden Ke 7 Indonesia Siap 2 Periode - Ditangan Jokowi Indonesia Hebat - Siapkah Kamu Pilih Jokowi ?? Mengapa Pilih Presiden Jokowi - KERJA KERJA KERJA - Indonesia KERJA BERSAMA - 2019 Pilih  Jokowi Saja - Jokowi Bawa Indonesia MEROKET - MEROKET Bersama Jokowi !!. Rakyat Pilih Jokowi - JOKOWI YES YANG LAIN NO - 2019 Jokowi Menang Lagi ?? - Jokowi Siap NYAPRES - Pendukung Siap menangkan Jokowi - Relawan Sosial Media Jokowi 2 Periode - 2 Periode Jokowi Tidak Ada Lawan - Calon Terbaik Indonesia Cuman Jokowi - Pilihan Tepat Hanya Jokowi !! - 2019 Jangan Lupa Coblos Jokowi - Siapapun Pasangan Jokowi Tetap Pilih Beliau !!

INGAT - JOKOWI PRESIDEN RAKYAT INDONESIA


Supported BY SUARASOSMED.COM !! Kunjungi Suarasosmed Untuk Update Informasi Terkini
http://ksp.go.id/wp-content/uploads/2018/12/DP2.jpeg

COMMENTS

Name

INDONESIA DEVELOPMENT,24,INFO JOKOWI,317,KANTOR STAF PRESIDEN,11,ORIGINAL,4,PILIH JOKOWI,10355,SETKAB - JOKOWI,79,
ltr
item
Ayo Pilih Presiden Jokowi Sekali Lagi !! - Salam 2 Periode: Denni Purbasari: Utang tak Selalu Buruk - Dari KANTOR STAF PRESIDEN
Denni Purbasari: Utang tak Selalu Buruk - Dari KANTOR STAF PRESIDEN
http://ksp.go.id/wp-content/uploads/2018/12/DP2.jpeg
https://2.bp.blogspot.com/-_rwuOgxfF64/Whz9XifTOkI/AAAAAAAAALo/n3zs6pBrd5ozqw0Dg6Q3knL1uiGkEbMQACLcBGAs/s72-c/%2523jokowipresidenku-4_New.jpg
Ayo Pilih Presiden Jokowi Sekali Lagi !! - Salam 2 Periode
http://www.wartabali.net/2018/12/denni-purbasari-utang-tak-selalu-buruk.html
http://www.wartabali.net/
http://www.wartabali.net/
http://www.wartabali.net/2018/12/denni-purbasari-utang-tak-selalu-buruk.html
true
5403235864349489740
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy