WOW. Lagi Lagi Pencabulan Oleh Oknum Guru Terjadi, Kali Ini DI Cianjur

๐Ÿ™ RUMAHINJECT ๐Ÿ™

Waduh,, tampaknya sisi kelam dari pendidikan sekali lagi perlu diwaspadai, kedekatan antara guru dan murid sekali lagi bisa menjadi petaka, pasalnya mereka hanyalah insan manusia biasa, hal ini lah yang terjadi di Cianjur, dimana guru sekolah mengaji telah melakukan pencabulan terhadap murid muridnya, nah  bahkan hal ini terjadi sudah sejak lama sekali dan baru ketahuan, guru yang diserahi anak oleh orang tua asli malah mempergunakan wewenang itu menuju ke hal hal yang tidak baik.


Guru ngaji di Cianjur, Jawa Barat berinisial AB diduga telah mencabuli seorang muridnya sendiri yang masih berusia 14 tahun. Korban mengaku telah dicabuli AB sebanyak 7 kali diwaktu dan tempat yang berbeda.
[ads-post]
Peristiwa pencabulan tersebut bermula saat AB mengajak korban untuk menginap di rumahnya dengan dalih agar korban tak kesiangan saat mengaji subuh keesokan harinya. Saat menginap itulah pelaku dengan leluasa berbuat tak senonoh kepada korbannya.

"Si AB ini suka mengajar ngaji kepada anak-anak setiap hari Sabtu hingga malam Minggu. Kepada santrinya dia meminta agar mau menginap di rumahnya dengan alasan agar para santri tidak kesiangan mengaji subuh keesokan harinya. Ternyata itu hanya akal-akalan pelaku agar leluasa berbuat cabul kepada korban," kata Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Benny Cahyadi kepada wartawan, Senin (9/1/2017).

Korban yang tak tahan dengan perbuatan AB kemudian melaporkan perbuatan bejat gurunya itu kepada orang tuanya. Orang tua korban yang tak terima kemudian melaporkan perbuatan bejat AB kepada pihak kepolisian.

Korban yang masih duduk di bangku kelas 2 SMP itu mengaku pernah disetubuhi oleh AB sebanyak tujuh kali selama tahun 2014 hingga 2016.

"Dia kita tangkap dua hari yang lalu setelah orang tua korban membuat laporan. Hasil visum sementara memang ditemukan luka di bagian alat vitalnya," lanjut Benny.

Sementara itu, di hadapan penyidik, AB membantah jika dirinya dianggap melakukan pencabulan terhadap korban. Berulangkali ia menyangkal telah melakukan perbuatan yang disangkakan kepadanya itu. Selama menjadi guru ngaji, ia mengaku tidak pernah melakukan perbuatan asusila kepada para santrinya.

"Saya tidak pernah melakukan itu dan tidak tahu, ada 15 orang yang mengaji di saya. Saya tidak pernah melakukan itu (pencabulan). Saya tidak tahu saksinya siapa," kilah AB berulangkali.

Menanggapi pengakuan tersangka, Benny menegaskan pemeriksaan terus dilakukan dan penyelidikan akan dikembangkan kendati tersangka tidak mengakui perbuatannya.

"Kita tidak dalam kapasitas mengejar pengakuan tersangka, namun lebih kepada barang bukti yang ada serta pengakuan korban dan sejumlah saksi. Tidak masalah dia membantah selama alat bukti kuat mengarah ke tindakannya, terus kita proses," tegasnya.

Atas laporan tersebut, AB kini mendekam di sel Polres Cianjur.[dtk]

Waduh,, tampaknya sisi kelam dari pendidikan sekali lagi perlu diwaspadai, kedekatan antara guru dan murid sekali lagi bisa menjadi petaka, pasalnya mereka hanyalah insan manusia biasa, hal ini lah yang terjadi di Cianjur, dimana guru sekolah mengaji telah melakukan pencabulan terhadap murid muridnya, nah bahkan hal ini terjadi sudah sejak lama sekali dan baru ketahuan, guru yang diserahi anak oleh orang tua asli malah mempergunakan wewenang itu menuju ke hal hal yang tidak baik.