Waduh Beredar Pemasangan Stiker Agus-Sylvi Secara Paksa, Dan Jadi Viral Di Media Sosial,

🙏 RUMAHINJECT 🙏

Tampaknya status yang diunggah oleh Tetty Pataresia yang mengalami sendiri kejadian ini dan membagikannya lewat facebook menjadi sangat trending dan hangat dibahas hingga saat ini, pasalnya dirinya merasa dirugikan oleh hadirnya foto foto berupa stiker di jendela rumahnya dan kemudian dia mulai mengunggah foto itu pada tanggal 29 Kemarin, hingga saat ini sudah 5000+ kali dibagikan status dari Tetty Pataresia ini.


Status Facebook Tetty Pataresia soal penempelan stiker Agus-Sylvi di rumahnya di Kramatjati menjadi viral. Juru bicara Agus-Sylvi, Rico Rustombi membantah hal tersebut dilakukan oleh timnya.

Rico mengatakan yang dilakukan tim Agus-Sylvi hanyalah mencocokkan data pemilih yang dikeluarkan KPUD dengan kondisi lapangan. Soal penempelan stiker, dia belum bisa memastikan kebenarannya.

"Yang kita lakukan hanya kroscek melalui korwil (koordinator wilayah) kita. Kabarnya di Gambir ada yang nempel stiker juga, saya bilang saya nggak tahu. Pokoknya kita menggunakan korwil dari data yang KPU keluarkan, korwil kroscek di lapangan," ujar Rico kepada wartawan di RT 11 RW 04 Kalibata Selatan, Jakarta Selatan, Sabtu (31/12/2016).

[ads-post]
Status Tetty



A-ha .. barusan eike didatangi petugas dari kelurahan buat ngedata pemilih paslon buat pilkada nanti. Padahal sebulan yang lalu gue udah didata dan dapet sticker tanda bahwa gue sudah terdaftar sebagai pemilih resmi. Nah yang barusan dateng dari kelurahan itu ibu-ibu.mencatat jumlah pemilih di keluarga gue. Kebetulan cuma ada 2, yaitu gue dan bokap gue sesuai dengan data yg tercantum di kartu keluarga. Doi catet nama gue dan nama bokap dibalik sticker, lalu setelah bagian belakang sticker yg berisi data nama gue dan nama bokap dilepas, sticker itu ditempel di kaca jendela gue.
Mau tau tu sticker gambar siapa? Ternyata tu sticker gambar paslon no.1. Lalu terjadilah percakapan seperti ini:

Gue : "ishh .. ibu saya mah pilih Ahok, bukan anaknya si pepo yang emaknya galak ini".
Petugas (sambil ketawa): "yahh ini mah saya cuma ngejalanin tugas ajj buat ngedata. Soal nanti itu ibu mau pilih siapa itu mah hak ibu".
Gue : "lha klo ketahuan bawaslu ini bisa dianggap pelanggaran loh, soalnya ibu udah ngedata warga dengan mencatat nama pemilih di balik sticker paslon 1, seolah-olah warga tsb adalah pendukung paslon yg ini".
Petugas : "Akh gk gitu juga kali bu, orang saya cuma disuruh mencatat nama-nama pemilih nanti ajj koq".
Hmmm ... gue males untuk memperpanjang perdebatan itu. Setelah petugas itu selesai urusannya mereka pun pamit dan memberi kalender dan brosur bertemakan paslon no.1
Gue agak curiga. Gue anggap ini modus timses dari paslon no.1. Mereka ingin mengaambil data pendukung dengan cara demikian. Jadi jika di hari H nanti ternyata hasil pilkada di TKP tidak sesuai dengan data yg sudah diterima sebelumnya dari petugas yang tadi gue ceritain, maka gue khawatir soal perbedaan jumlah angka di TKP akan dipermasalahkan bahkan digugat oleh timses paslon no.1 nanti. Itu menurut asumsi gue. Bagaimana kalau menurut teman2? Dan bagaimana sebaiknya sikap yg harus gue lakukan untuk selanjutnya?
Berikut gue lampirkan foto sticker gambar paslon no.1 yg ditempel di kaca jendela rumah gue dan kaca jendela 2 tetangga di depan rumah, dan foto kalender. Kalau yg brosur udah keduluan digunting sama anak gue entah buat bikin apaan :D



Untuk masalah penempelan stiker tersebut, dia dan timnya masih akan mengecek kebenarannya. "Informasi ini kita kroscek makanya tadi," imbuhnya.

Menurut penuturan Rico, setiap tim dari Agus-Sylvi punya tugas untuk memastikan apakah data pemilih yang dikeluarkan KPUD cocok dengan kondisi lapangan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan ada salah data.

"Itu setiap tim punya tugas masing-masing untuk memastikan daftar TPS,pemilih, kita cocokkan di lapangan. Kita menghindari ada miss data yang dikeluarkan oleh KPUD," papar Rico.

Lantas, siapa yang memasang stiker tersebut di rumah-rumah warga?

"Relawan kali ya, saya nggak tahu itu. Kalau dari tim nggak ada (nempel stiker). Kalau data TPS pasti (kita lakukan pengecekan). Kalau memang dari tim kita, kita tak punya program seperti itu," pungkasnya.[dtk]

Tampaknya status yang diunggah oleh Tetty Pataresia yang mengalami sendiri kejadian ini dan membagikannya lewat facebook menjadi sangat trending dan hangat dibahas hingga saat ini, pasalnya dirinya merasa dirugikan oleh hadirnya foto foto berupa stiker di jendela rumahnya dan kemudian dia mulai mengunggah foto itu pada tanggal 29 Kemarin, hingga saat ini sudah 5000+ kali dibagikan status dari Tetty Pataresia ini.