tabsrecent(blogpost)/Politik,Beritanya,Kejadian,OPINI

WARTABALI.NET - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan membantah bahwa ayahnya dibunuh oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurutnya, cerita yang ia utarakan menimpa rekannya, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo.



"Saya menyatakan bahwa pemberitaan di atas tidaklah benar," kata Luhut dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (26/5/2017).

Luhut menuturkan bahwa almarhum ayahnya adalah seorang sopir bus Sibualbuali di Sumatera Utara. Beliau kemudian bekerja keras sehingga menjadi pegawai Caltex dan dikirim kuliah ke Cornell University, Amerika Serikat.

Mudik Lewat Tol, Luhut: Sistem Ganjil Genap Nggak akan Diterapkan
"Meninggalnya almarhum ayah saya tidak ada kaitannya dengan PKI," ujar Luhut.

Luhut menjelaskan bahwa konteks pernyataannya yang sebenarnya adalah menceritakan tentang kawannya, yakni Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo. Beliau adalah putra Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo, seorang Pahlawan Revolusi yang dibunuh pada peristiwa G30S/PKI.

Dalam jabatannya sebagai Gubernur Lemhannas sejak April 2016, beliau merupakan bagian dari pemerintah dalam penyelenggaraan simposium nasional bertajuk 'Membedah Tragedi 1965 dari Aspek Kesejarahan' tahun lalu di Hotel Arya Duta.

"Waktu itu muncul komentar negatif yang mengatakan bahwa simposium sudah dipengaruhi oleh PKI. Padahal simposium ini merupakan upaya akademik untuk menganalisa tragedi '65 dari perspektif sejarah," ujar Luhut.
[ads-post]
Mendengar komentar negatif tersebut, Agus mengatakan kepada Luhut bahwa orang yang berkomentar tersebut tidak pernah mengalami ayahnya dibunuh oleh PKI di depan matanya. “Ayah saya ditembak mati di depan mata saya,” kata Luhut menirukan kalimat Agus.

Dengan menceritakan ini, Luhut bermaksud memberikan masukan kepada media dan masyarakat agar tidak gampang terhasut dengan isu yang disampaikan oleh narasumber yang tidak valid. Contohnya adalah isu komunisme.

Presiden sendiri sudah memerintahkan Polri dan TNI untuk menindak tegas penyebar ideologi lain selain Pancasila.

"Maka media dan kita semua wajib mendukung upaya ini dengan selalu memastikan kejelasan latar belakang dari narasumber dan tidak ikut menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya," tutup Luhut.[sua]

WARTABALI.NET -  Ledakan yang telah terjadi di daerah Kampung Melayu membuat heboh netizen. Ledakan tersebut diketahui telah memakan sejumlah korban, termasuk pelakunya sendiri.



Menurut informasi yang didapatkan ItuSalah.com, sedikitnya puluhan orang diketahui telah menjadi korban dalam peristiwa yang sangat menyesakkan hati ini.

Tetapi, yang namanya netizen memang terkadang di luar logika. Masih ada saja yang menganggap bahwa ledakan tersebut hanyalah rekayasa semata.

Hal inilah yang dituliskan oleh salah seorang netizen bernama Ahmad Bin Alwi Alatas. Ia menuliskan opininya soal kejadian yang cukup menghebohkan ini.:

MEMBEDAKAN BOM BUNUH DIRI ASLI DENGAN REKAYASA!

Jaringan demokrasi untuk konstitusi

Saya akan tunjukkan anda cara membedakan bom bunuh diri asli dengan rekayasa !!

1.Yang asli,korban meninggal diatas belasan hingga puluhan orang.Ingat berita-berita bom bunuh diri di Timur tengah atau negara yang terlibat konflik!

2,yang palsu,korban tewas 2 sd 3 orang,yang lainnya hanya luka -luka dan tidak sampai meninggal!

3.Yang Asli akan memposting pesan ancaman yang ditujukan pada pihak tertentu sebelum melakukan aksinya melalui video!

4.Yang palsu,tidak ada pesan sama sekali!

5.Yang asli,jika berhasil,pasti akan mengaku sebagai pihak bertanggung jawab

6.Yang palsu,tidak ada yang mengaku bertanggungjawab!

7.Sasaran bom bunuh diri asli adalah pusat keramaian

8,yang palsu,menjauhi pusat keramaian !

9.korban bom bunuh diri asli,hangus dan hancur berantakan tanpa bisa dikenal

10.korban bom bunuh diri gadungan, masih tersisa potongan anggota tubuh!

11.pelaku bom bunuh diri asli,tidak pernah bawa KTP!

12.pelaku bom bunuh diri gadungan,selalu bawa dompet lengkap isinya,seperti KTP dan SIM C!

13.Bom bunuh diri asli akan menghanguskan benda 2 di sekitarnya !

14.Bom bunuh diri palsu,seperti di kampung melayu,beberapa sepeda motor didekat lokasi yang berjarak 1 meter,tidak hangus dan tidak meledak semuanya!!

Karena ini rekayasa bom bunuh diri,sebentar lagi framing pemberitaan media akan mengarah pada satu topik bahwa pelakunya adalah islam radikal?

Tuduhan akan diarahkan kepada FPI? Apakah FPI pernah melakukan hal ini,sudah tentu tidak?

Juga akan diarahkan ke HTI,HTI,juga tidak !Apakah Muhammadiyah? Jelas tidak!

Apakah ada organisasi pergerakan islam di Indonesia yang mengancam pemerintah dg bom bunuh diri? Jelas tidak!

Berarti itu kesimpulannya adakah REKAYASA!

ANALISA sahabat saya,cc,kkd Anton Permana,boleh jadi itu seseorang yang membawa paket dan dia tidak tahu kalau itu isi nya Bom!Kemudian Bom itu diledakkan oleh seseorang dengan remote control dari jarak jauh..

#ada institusi tersudutkan karena ketahuan membuat chat rekayasa FH dg HRS

#karena ada yang menjadi bulan2an sorotan publik,

#muncullah skenario untuk membalikkan opini yg berkembang

#sebentar lagi akan ada pihak merasa berada diatas angin,plus propaganda media !

#mari KITA LAWAN TUDUHAN RADIKAL yang sebentar lagi dialamatkan kepada #BERITA SUDAH DIGORENG JADI BERITA BOM BUNUH DIRI!PELAKU DI DUGA TEWAS,YANG LAINNYA LUKA2...

#Bagaimana pun kita mengecam aksi konyol tersebut!Jika anda ingin mencari pahala pergilah ke negeri yang dilanda konflik perang saudara!
[ads-post]
#jangan rusak negeri ini dengan rekayasa kotor kalian!

#setingan ledakan bom diduga kuat 9cacing dibalik skenario skenario murahan/sampah coba perhatikan detik sudah mengabarkan 5menit setelah kejadian, APA CUBA KALO BUKAN SETINGAN..??

!! YG LEBIH BIADAB LAGI BBC INDONESIA YG MENERJUNKAN AWAK MEDIANYA TERBANYAK DI TKP TERNYATA SUDAH MENSHARE LEDAKAN INI 1 HARI SEBELUM KEJADIAN.. !!

Dengan menuliskan sejumlah analisanya, Ia pun menilai bahwa ledakan tersebut diduga hanyalah rekayasa semata. Ia pun tak luput menyertakan sejumlah gambar di postingan miliknya itu.

Menanggapi hal ini, netizen pun mengomentarinya dengan kata-kata yang cukup pedas.

"mau rekayasa apa bukan..yg pasti ada korban..kasian keluarga korban kalau dibilang rekayasa..udah situasi kyk gini kok analisa rekayasa?..saya tetep percaya polri dan pemerintah.NKRI harga mati," komentar Nola Love Athaya.

"Yg buat status goblok. Mudah2an keluarganya nanti yg jadi korban," tulis Ellenpua.

" duhhh fanatik boleh,,tolol dan begok jgn,,lihat di tv,lihat korban ny polisi,tukang ojek,,malah settingan kw anggap,,ni ts goblokkkk,,kayak mna klo keluargamu yg meninggal,,duhhh ts nya tolol" tulis akun Ade Kurniawan

"Susah bang kalo udeh benci sama pemerintah begini, aparat selalu di salahkan pengamanan yang semraut. Udah saat nya kita menyatu tanpa kebencian dan melawan kejahatan bukan menjatuhkan jabatan." tulis akun Rian Cahya Kusuma

" Saya laporkan ke humas polri ya. Maaf kalo anda tiba-tiba dijemput satuan polisi. Berani berbuat, berani bertanggungjawab." tulis akun Pramudya Andika

"TAi KO PONYA OTAK...YH BUAT STTS.....APA KAMU JUGA TERMASUK JARINGAN TERORIS....GAK BUTUH PENGAMAT OTAK ISINYA TAI " tulis akun Hesti Yani

Hingga berita ini diturunkan oleh redaksi, postingan Ahmad Bin Alwi Alatas sudah dibagikan 2030 kali dan jumlahnya terus bertambah

sumber: brn

WARTABALI.NET -  24 mei 2017 Bom bunuh diri di halte trans Jakarta terminal Kampung Melayu telah menjadi catatan sejarah bagi tanah air kita, dan sekaligus membuktikan bahwa kaum radikal itu bukan rekayasa, namun benar-benar ada dan siapun bisa menjadi korbannya.



Beberapa menit Pasca kejadian Bom bunuh diri itu bukannya duka yang mendalam terhadap para korban, melainkan canda dan tawa serta hasutan, dan provokasi dari kelompok Wahabi dan Cyber Army-nya.

BACA - ISIS Klaim Sebagai Dalang Teror Bomb Kampung Melayu

Seperti Dalam Group WA Pencinta Laskar Wahabi yang telah viral memuat meme “Orang yang Sakit Jiwa Dipakaikan BOM dibawa ke lokasi lalu diledakkan dengan Remote Dikantongnya diletakkan apa aja agar bisa menuduh suatu kelompok”, meme tersebut telah di share oleh nomor (0813-1670-4036), dan konten yang berisi “Bom Terminal Kampung Melayu Tidak Perlu kaget, bukankan kita udah terbiasa dengan pola-pola pengalihan isu” dishare no (0822-9809-0216).

Selain itu akun muslim cyber amy juga merilis  “Abaikan kasus teroristainment, karena seperti yang sudah-sudah, itu hanya untuk pengalihan isu. Tetap fokus viralkan berita-berita yang wajib diketahui publik.”



Tidak hanya itu Wahabi dan Cyber Army-nya, juga bermain di Instagram, tweetter, path, dan medsos lainnya, menuding secara masif bahwa kejadian Bom Bunuh diri sebagai bentuk pengalihan isu dan upaya menguatkan propaganda untuk membubarkan kelompok radikal di Indonesia.

BACA - Guru SMA Ini Malah Minta ISIS Segera Datang Dan Serang Indonesia, Otak MAKAR

Tulisan ini bukan hanya sekedar cerita tapi tulisan ini menggambarkan bagaimana kelompok Wahabi, HTI, dan Cyber Army membentuk opini masyarakat dengan nuansa keislaman dan religius sehingga masyarakat terpengaruh dan meyakini kelompoknya benar memperjuangkan Islam.

Apabila dikaitkan antara Wahabi, HTI, dan ISIS mereka merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan walaupun seperti terpisah. Namun beberapa yang lalu kelompok mereka sendiri mengunggah pemba’iatan Munarman kepada Pimpinan ISIS.

Sedangkan HTI sendiri mengutip Sumanto Al Qurtuby mengatakan “Sebagian masyarakat Islam semakin terpana dan terpesona dengan HT, karena para tokohnya selalu mencitrakan diri sebagai pembela kaum Muslim yang tertindas dari cengkeraman hegemoni dan penindasan rezim sekuler-liberal, baik rezim politik negara-negara Barat yang non-Muslim maupun rezim politik negara-negara yang mayoritas Muslim”.

Selain itu Sumanto menjelaskan. HT menuduh rezim politik-pemerintahan Muslim sebagai “tidak Islami” karena mereka tidak menerapkan sistem khilafah. Bagi mereka, khilafah adalah satu-satunya sistem politik pemerintahan yang “Islami”, ujarnya.

Cara cara ini juga telah digunakan mereka untuk membodohi pengikutnya, laskar, dan badut-badutnya yang sebenarnya minoritas tetapi dengan dukungan cyber army’-nya seolah-olah menjadi mayoritas mewakili kaum muslimin dan muslimat setanah air.

BACA - Korban Berjatuhan, Ratna SArumpaet Malah Sebut Itu Hanya Kejanggalan

Kesimpulannya Wahabi, Cyber army, dan HTI adalah kelompok radikal yang berinduk kepada ISIS dengan sengaja merencanakan kegaduhan di Indonesia dengan dibungkus keislaman dan religius, dengan menyebar isu Kriminalisasi Ulama dan Penghinaan kepada Islam agar mendapat simpati dan dukungan, serta isu bahwa Bom Bunuh Diri adalah Isu pengalihan.

Maka dari itu Wahabi dan HTI serta Cyber Army-nya harus bertangung jawab atas bom dan teror serta kegaduhan di negara Indonesia selama ini, dan yang terakhir “Wahabi dan Moslim Cyber Army jangan ketawa dalam duka, berikan sedikit rasa kemanusian anda kepada kepada negeri ini”. [ARN]

[fquote]
INILAH ALASAN MEREKA MENGAPA MENYEBUT AKSI BOMB ADALAH REKAYASA

Peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu tadi malam, memang terindikasi janggal dan sarat rekayasa.

Ahmad Rifa’i Pasra dari Jaringan Demokrasi untuk Konstitusi mensinyalir ada delapan hal yang membedakan mana bom bunuh diri palsu, dan mana bom bunuh diri betulan.

“Saya akan tunjukkan Anda cara membedakan bom bunuh diri asli dengan bom bunuh diri rekayasa,” katanya. Pernyataannya beredar di berbagai WA Group.

“Pertama, yang asli, korban meninggal di atas belasan hingga puluhan orang. Ingat berita-berita bom bunuh diri di Timur Tengah atau negara yang terlibat konflik!

Kedua, yang palsu, korban tewas 2 sampai dengan 3 orang, yang lainnya hanya luka-luka dan tidak sampai meninggal!

Ketiga, yang asli akan memposting pesan ancaman yang ditujukan pada pihak tertentu sebelum melakukan aksinya melalui video!

Empat, yang palsu, tidak ada pesan sama sekali!

Lima, yang asli, jika berhasil, pasti  akan mengaku sebagai pihak bertanggung jawab.

Enam, yang palsu, tidak ada yang mengaku bertanggungjawab!

Tujuh, sasaran bom bunuh diri asli adalah pusat keramaian.

Delapan, yang palsu, menjauhi pusat keramaian!” tulisnya.

Dia juga menambahkan agar dicermati kemana muara peristiwa bom di Kampung Melayu tersebut. “Karena ini rekayasa bom bunuh diri, sebentar lagi framing pemberitaan media akan mengarah pada satu topik bahwa pelakunya adalah islam radikal,” ungkapnya.

“Tuduhan bisa saja akan diarahkan kepada FPI? Apakah FPI pernah melakukan hal ini, sudah tentu tidak? Juga akan diarahkan ke HTI, HTI, juga tidak! Apakah Muhammadiyah? Jelas tidak!

Apakah ada organisasi pergerakan Islam di Indonesia yang mengancam pemerintah dengan bom bunuh diri? Jelas tidak!

Berarti itu kesimpulannya adalah REKAYASA!

Namun yang jelas adalah bahwa ada institusi tersudutkan karena ketahuan membuat chat rekayasa FH dengan HRS. Mereka menjadi  bulan-bulanan sorotan publik. Apakah karena itu dimunculkan skenario untuk membalikkan opini yang berkembang? Ingat juga, sebentar lagi akan ada pihak merasa berada di atas angin, plus propaganda media!” tambahnya. (gtr)

[/fquote]

WARTABALI.NET - Setelah ledakan bom di Kampung Melayu, Presiden Joko Widodo mendesak agar RUU Antiterorisme segera selesai dibahas oleh pemerintah dan DPR. Wakil Ketua DPR, Fadli Zon mengatakan selama ini tak ada kendala pembahasan RUU dan RUU bisa selesai tahun ini.



"Tidak ada kendala ya menurut saya, tapi membuat undang-undang kan harus hati-hati karena akan mengikat seluruh rakyat Indonesia nantinya. Tapi memang harus diselesaikan harus ada deadline, saya kira tahun ini mestinya selesai. Mudah-mudahan dalam waktu yang dekat apakah masa sidang ini atau masa sidang yang akan datang RUU Terorisme ini bisa mengerucut," ujar Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (26/5/2017).

Fadli mengatakan untuk progres RUU Antiterorisme ini sudah cukup signifikan. Menurutnya Pansus RUU sudah banyak membahas apa yang dibutuhkan bahkan sudah berbicara dengan mitra-mitra pemerintah.

"Kan selama ini juga sudah banyak pembicaraan dengan mitra pemerintah. Pansus RUU Terorisme sendiri sudah berjalan sejak tahun lalu, tentu mereka sudah banyak membahas apa yang mereka butuhkan. Saya kira mereeka bekerja terus menerus cuma memang belum sampai pada satu titik kesimpulan," kata Fadli

"Kita berharap undang-undang ini, tapi jangan kemudian dianggap bahwa dengan adanya undang-undang ini kemudian tidak ada terorisme," lanjutnya.

Fadli menegaskan agar undang-undang ini jangan dipakai sebagai alat politik. Ia tidak ingin undang-undang terorisme ini seperti ISA (Internal Security Act) yang ada di Negara Malaysia.
[ads-post]
"Kita juga di sisi lain tidak mau undang-undang ini dipakai sebagai alat politik, alat kekuasaan untukk menangkapi orang seenaknya. Harus ada tetap satu pengawasan terhadap tindakan itu karena sangat rawan apalagi kalau mengarah pada ISA. Maksudnya praktik ISA bukan isinya. Itu kan di negara tetangga dipakai untuk kepentingan politik dengan alasan mencegah terorisme," tegas Fadli.

Fadli mengatakan Indonesia memiliki banyak jaringan untuk menelusuri dan mendeteksi terorisme itu. Dia harap dengan adanya aparat intelejen dapat membongkar kasus terorisme.

"Kita kan punya aparat intelijen, aparat itu kan bisa mendeteksi dan menelusuri. Jaringan dan agen-agen yang mengatasi terorisme kan jumlahnya banyak dan dibiayai oleh negara cukup besar. Baik itu BIN, di kepolisian, di TNI dan lainnya mesti ada koordinasi juga dan bahkan sekarang ada BNPT," tuturnya.[dtk]

WARTABALI.NET - Rinton Girsang (36) menjadi korban hoax atas informasi terkait ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Dia difitnah sebagai pelaku bom bunuh diri, padahal mantan anggota Polri itu masih hidup.



Atas penyebaran informasi di media sosial yang mengaitkan dirinya sebagai pelaku bom bunuh diri, Rinton pun membuat testimoni. Melalui rekaman video, Rinton menyatakan bahwa dirinya tidak terkait dengan peristiwa ledakan bom bunuh diri tersebut.

Mantan anggota Brimob Polda Sumatera Utara itu saat ini tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat. Rinton didampingi Kabid Humas Polda Kalimantan Barat juga telah menggelar konferensi pers di Cafe Soccer, Jl Gajahmada, Pontianak pada Kamis (25/5) malam.

"Yang bersangkutan merasa nama baiknya dicemarkan, termasuk keluarga dan meminta agar nama baiknya dipulihkan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto kepada detikcom, Jumat (26/5/2017).

Dalam kesempatan itu, Rinton juga meminta Polri untuk menangkap pelaku yang menyebarkan informasi bohong soal dirinya itu. "Yang bersangkutan meminta penyebar berita hoax di media sosial ini segera ditangkap," ucapnya.

Sebelum dikaitkan dengan pelaku bom bunuh diri, nama Rinton juga sempat menjadi pemberitaan. Sebelumnya dia menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Joko Wibowo atas pemberhentian dirinya dari insititusi Polri. Rinton saat itu tidak terima diberhentikan.
[ads-post]
Rinton diberhentikan dengan hormat karena mengalami sakit. Di mana, sewaktu berdinas, Rinton diperintahkan mengawal dana perusahaan dan ternyata di saat mengawal tersebut terjadi kontak senjata dengan perampok.

Rinton saat itu berhasil menyelamatkan dana dan pegawai perusahaan. Sementara pelaku meninggal di tempat saat kontak senjata tersebut dan berhasil mendapatkan sepucuk senjata standard jenis FN milik perampok.

"Pasca kejadian itu, Rinton mengalami trauma kalau melihat senjata api, namun sekarang sudah pulih kembali," ungkapnya.

Lama berselang setelah dia mengeluarkan testimoni itu, dirinya memilih pindah ke Pontianak. Rinton tinggal di Komplek Pemda Perum Marisa, Siantan Hulu, Pontianak dan menikah dengan Elfira Butar Butar asal Pontianak pada tahun 2015.[dtk]

WARTABALI.NET - Putri kedua mantan Ketua MPR Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais sempat meminta ayahnya untuk tak lagi terjun ke dunia politik dan memikirkan negara.



Apalagi, Amien selalu gagal dalam kontestasi politik. Baik saat dia mencalonkan diri sebagai presiden maupun saat mendukung salah satu calon dalam pilpres dan pilkada.

"Pak, ngapain mikirin bangsa ini, sudahlah berhenti saja, jadi orang selalu gagal. Dulu saya katakan seperti itu," kata Hanum Salsabiela Rais dalam acara "Tribute to Amien Rais" di Jakarta, Sabtu malam (20/5/2017).

Permintaan Hanum itu bukan tanpa alasan. Partai politik yang diprakarsai Amien, Partai Amanat Nasional (PAN) gagal dapat hasil yang menggembirakan pada Pemilu 1999.

Pada Pilpres 2004, Amien yang berpasangan dengan Siswono Yudhohusodo juga mesti rela tersisih pada putaran pertama dari lima pasangan calon yang maju pada saat itu.

Hanum kemudian menganalogikan Amien sebagai dokter yang rela mengabdikan diri untuk menyelamatkan pasien.

"Pak saya ini dokter, dokter gigi. Kalau ada pasien yang sakit parah tak bisa diselamatkan. Kemudian ada seorang dokter yang rela mengulurkan tangannya untuk menolong agar terbebas dari marabahaya. Tapi pasien itu tidak mau ya sudah tinggalkan saja," kata Hanum.
[ads-post]
Menurut Hanum, larangan kepada Amien itu sudah dia lontarkan sejak lama. Itu karena beberapa alasan.

Penulis "99 Cahaya di Langit Eropa" dan "Bulan Terbelah di Langit Amerika" itu masih sangat ingat kejadian pada Rabu malam, 20 Mei 1998.

Saat itu, ayahnya yang sedang berada di Lamongan menelepon ibu Hanum, Kusnasriyati Sri Rahayu yang berada di Jakarta. Dari Lamongan, Amien memberi kabar yang kurang baik.

"Katanya, ada tiga sahabatnya, pak Adi Sasono, Edi Swasono kakak Sri Bintang Pamungkas, Parni Hadi. Mereka bilang, pak Amien jangan ke Jakarta. Ini sudah A1 pak Amien akan ditangkap rezim Soeharto, jadi jangan ke Jakarta," cerita Hanum.

Dapat kabar seperti itu, nyatanya tak membuat ayahnya mengurungkan langkahnya berangkat ke Ibu Kota. Apalagi, ibunda Hanum atau istri Amien Rais, mengikhlaskan apapun yang terjadi.

"Ibu bilang ke bapak, Bismillah yang ikhlas berjuang, jangan ada pamrih, interest. Tak perlu terpikir keluarga, insya Allah saya bojomu bisa membesarkan anak-anak dengan jualan batik," kata dia.

"Ibu tak ingin terlihat tidak tegar di telepon, peluk kita semua, bilang doakan bapakmu yang sedang berjuang," tambah Harum.

Hanum juga masih ingat bagaimana pada 2001 silam, rumah neneknya di Solo dibakar massa.

"Warga Solo tak terima bapak dianggap jadi orang yang paling bertanggung jawab karena Megawati tak terpilih di Pilpres 1999. Rasanya nyesek di dada," aku Hanum.

Setelah bertahun-tahun, kini ia menemukan jawaban, atas perjuangan tanpa henti yang dilakukan ayahnya itu meski tak selalu seperti yang diharapkan

"Berjuang tanpa akhir itu saya temukan jawabannya, setelah menikah 11 tahun. Ingin punya keturunan hampir 11 tahun, hampir putus asa, depresi, berkali-kali gagal. Bayi tabung juga gagal 6 kali. Itu bukan sesuatu yang mudah diterima sebagai perempuan," kata Hanum.

Hanum yang menikah dengan Rangga Almahendra kini memiliki seorang putri.

"Bapak bilang, Nung lihat bapak gagal ini, gagal itu, tapi Nung perjuangan itu tak ada akhirnya. Terus usaha, agar bisa hamil, jangan putus asa, jangan lemah iman. Itulah yang bisa dilakukan orang beriman," tutup lulusan dari Fakultas Kedokteran Gigi UGM tersebut.[kmp]

WARTABALI.NET - Kasus Teror Bomb Kampung melayu tampaknya telah menuai titik terang, dimana kepolisian akhirnya telah menangkap 3 orang terduga pelaku bomb Kampung melayu tersebut, bila ditelusuri lebih jauh, maka hal ini merupakan jaringan dari Aman Abdurrahman yang mana sedang mendekam di Nusa Kambangan, bahkan dari nusa kambanganpun dirinya masih sempat merestui aksi aksi yang akan dilakukan oleh simpatisannya, ini sungguh mengerikan, terlebih lagi Aman akan segera bebas. apa jadinya Indonesia jika terpidana teroris bisa dibebaskan begitu saja dan malah dianggap sebagai tokoh syuhada ??



 Densus 88 mengamankan tiga terduga pelaku teror bom di Kampung Melayu, Jumat (26/5/2017).

"Subuh tadi kami telah mengamankan tiga pelaku berkaitan dengan tindak terorisme bom Kampung Melayu," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus, Jumat pagi.

Yusri menjelaskan, ketiga orang terduga pelaku teror bom Kampung Melayu yang diamankan tersebut bernisial J, W dan A.

"Ditangkap di tiga tempat berbeda di Cisarua, Margasari dan Dayeuh Kolot," ungkapnya.

(Baca juga: Video Pernyataan Lengkap Jokowi Pasca-Teror Bom di Kampung Melayu)

Ketiga terduga pelaku, lanjut Yusri, telah diamankan oleh Densus 88 untuk dilakukan pemeriksaan.

"Perannya masih didalami. Masih dalam pemeriksaan" tandasnya.[kmp]
SHARE ARTIKEL INI AGAR LEBIH BANYAK PEMBACA

tabsrecent(blogpost)/WORLD,EKONOMI,Beritanya,INTERMEZO

Warta Bali

{facebook#https://www.facebook.com/wartabali.net} {twitter#https://twitter.com/RUMAHINJECT} {google#https://plus.google.com/+WartaBali} {pinterest#https://www.pinterest.com/rustammartir} {youtube#http://www.youtube.com/channel/UCjfr-Lp3hSBISs8BGUsb8vA} {instagram#https://www.instagram.com/wartabalinet/}

About Me

My photo

WartaBali.NET - Media Informasi Yang Merupakan Kumpulan Informasi Untuk Dari Kami Untuk Kita Semua - Selalu Ikuti Perkembangannya - Jangan Ragu Untuk Bookmark Buat Kalian Semua Pengunjung Halaman Ini !! - Jangan Lupa Referensikan Wartabali.net Kepada Seluruh Temanmu Dan Terus Support Kami
Powered by Blogger.